Sponsor dan Kode Shopee Liga 1 2020 Kemungkinan Besar Distop Total

Advertisement


Menyajikan Semua Informasi Pertandingan dan Hasil Skor Bola Terbaru
22/9/2020 22/9/2020 22/9/2020 20/4/2020 29/1/2019

Sponsor dan Kode Shopee Liga 1 2020 Kemungkinan Besar Distop Total

Fiolaz
Jumat, 05 Juni 2020

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjawab terkait spekulasi hengkangnya Shopee dari sponsor utama Liga 1 2020. Bersama PSSI, operator kompetisi sepak bola di Indonesia itu juga sedang membicarakan bagaimana nasib Shopee liga 1 di tengah pandemi virus corona (COVID-19).

Rabu 27 Mei 2020, logo Shopee sebagai sponsor utama Liga 1 sempat menghilang dari akun Twitter dan Instagram Liga 1 @Liga1Match. Gambar itupun berganti dengan logo PT LIB. Spekulasi marketplace ternama di Indonesia itu mundur sebagai sponsor pun merebak.

Namun, setelah beberapa saat logo tersebut kembali muncul. PT LIB pun mengonfirmasi bahwa Shopee masih mendukung penuh Liga 1.


“Shopee masih jadi sponsor Liga 1. Tak ada yang berubah,” tutur Direktur Bisnis PT LIB Rudy Kangdra kepada iNews.id, Kamis 28 Mei 2020.

Soal nasib kompetisi kedepan Direktur Bisnis PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rudy Kangdra mengatakan bahwa Shopee Liga 1 musim ini akan dibatalkan. Kejuaraan pengganti segera disiapkan antara turnamen atau kompetisi dengan format yang baru. PT LIB telah melakukan pertemuan virtual dengan PSSI dan 18 peserta Shopee Liga 1 pada Rabu 27 Mei 2020. Mayoritas peserta tidak setuju jika kompetisi kembali digulirkan.

“Mayoritas klub merasa keberatan jika Liga 1 2020 dilanjutkan. Ini tak lepas dari kondisi pandemi yang berbeda di setiap daerah,” ucap Rudy.

“Selain itu klub-klub merasa jadwal kompetisi sudah sangat mepet waktunya. Sehingga klub merasa sulit untuk bisa melanjutkan kompetisi musim ini,” ujarnya.

Rudy menjelaskan, di rapat tersebut juga dibicarakan beberapa rencana kompetisi ke depannya. Pertama jika liga musim ini dilanjutkan, kedua menghentikan liga musim ini, dan membentuk turnamen pengganti. Dan, ketiga wacana menghentikan liga musim ini, dan memulai liga musim depan.

“Ada wacana liga musim ini disetop, dan menggelar liga musim 2021, tapi bisa dimulai dari tahun ini. Bisa juga dengan menggelar turnamen pengganti. Yang pasti, semua skenario itu nantinya dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat,” ucap Rudy. 

“Kami juga coba menata jadwal lebih baik lagi. Karena selama ini kan permasalahan kompetisi berkutat soal jadwal yang kurang rapih. Nanti, kami coba benahi ini dengan juga memperhitungkan FIFA Matchday (laga internasional),” katanya.

Semua usulan skenario tersebut akan dibawa dalam rapat Komite Eksekutif PSSI. Namun, sebelum itu, PSSI dan PT LIB masih akan mendengar aspirasi dari klub-klub Liga 2.

Rencananya, PSSI akan menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada hari Jumat 29 Mei 2020. Namun, pertemuan tersebut dibatalkan karena suatu hal.

“Kami sebelumnya rapat dengan klub Shopee Liga 1. Setelah meeting, diputuskan rapat Exco untuk menentukan kompetisi tidak jadi berlangsung esok hari,” ujar Rudy ketika dihubungi Bola.com, Kamis 28 Mei 2020.

Kata Rudy, PT LIB mempunyai rencana mengadakan rapat jarak jauh dengan peserta Liga 2 pada pekan depan. Setelah itu, baru PSSI akan mengumumkan pembatalan kompetisi.

“Kapan diputuskannya, setelah kami rapat dengan klub Liga 2. Kami menghargai mereka. Setelah itu, kira-kira 1-2 hari akan ada rapat Exco untuk menentukan kompetisi,” imbuh Rudy.

Bola.com mencoba mengonfirmasi Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi, terkait kebenaran kabar ini. Namun, yang bersangkutan belum menjawabnya.

Ada beberapa opsi yang dipertimbangkan sebagai pengganti kompetisi Shopee Liga 1. Satu di antaranya adalah menggelar turnamen. Alternatif lainnya adalah menggelar kompetisi baru yang bisa dimulai pada September 2020 dan disesuaikan dengan kondisi saat ini.

“Kompetisi sudah pasti tidak lanjut. Karena kondisinya berbeda. Mungkin nanti akan diganti berupa turnamen atau kompetisi yang baru lagi untuk momen kami membereskan semuanya. Umpamanya dimulai dari September 2020 dan disesuaikan dengan kalender FIFA,” jelas Rudy.

“Intinya, saya tidak mau mendahului,” imbuhnya mengakhiri.