Barcelona Memanas, Tetap Potong Gaji Pemain Hingga 70 Persen!

Advertisement


Menyajikan Semua Informasi Pertandingan dan Hasil Skor Bola Terbaru
20/4/2020 29/1/2019

Barcelona Memanas, Tetap Potong Gaji Pemain Hingga 70 Persen!

Fiolaz
Jumat, 27 Maret 2020

Barcelona tetap ikuti rute ERTE dan pangkas gaji pemain hingga 70 persen, walau skuad MENOLAK dan hanya minta pemotongan 50 persen saja!

Para pemain Barca harus menerima pemotongan gaji 50 persen di tengah tuduhan bahwa mereka menolak tawaran klub untuk lakukan pengurangan besar-besaran selama pandemi coronavirus terjadi saat ini.

Pekan ini, Spanyol ‘mengambil alih’ posisi China sebagai negara terparah kedua akibat wabah Covid-19, dengan 4.365 kematian yang dikonfirmasi sejauh ini.

Langkah-langkah darurat pun telah diberlakukan pemerintah Spanyol selama penguncian negara mereka, dengan skema redundansi sementara yang dikenal dengan sebutan ERTE dan terbuka bagi para pengusaha. Yakni, menerapkan pemotongan upah hingga 70 persen selama krisis ini terjadi.

Bedanya di Barcelona, presiden Josep Maria Bartomeu tidak langsung menerapkan skema tersebut. Ia memilih untuk berbicara terlebih dulu dengan skuad dan berusaha mencapai kata sepakat terkait pemotongan upah tersebut.

Beberapa laporan mengindikasikan negosiasi berjalan alot antara kedua pihak. Bahkan stasiun radio Catalan, RAC – menurut SunSport – merinci bahwa para pemain semula hanya inginkan pemotongan gaji sebesar 30 persen.

Lalu dilaporkan AS, opsi langsung pemotongan gaji 70 persen kemudian ditolak para pemain, dan Bartomeu dipaksa untuk berikan pemotongan gaji hingga 50 persen saja!

Keengganan para pemain bintang super tajir itu untuk menyetujui pemotongan gaji yang lebih besar dari 50 persen, telah menimbulkan kemarahan para suporter mereka sendiri. Apalagi, para fans yang notabene rakyat biasa dengan penghasilan yang juga biasa-biasa saja dan jauh dari gemerlapnya kehidupan para pemain Barca, pastinya lebih merasakan kehidupan yang terpuruk akibat pandemi coronavirus ini.

Diperkirakan, skuad Barcelona bisa menghasilkan sekitar 549 juta Poundsterling (9,5 triliun Rupiah) setiap tahunnya, di atas 335 juta Pounds (5,8 triliun Rupiah) yang dibayarkan Barca kepada seluruh staf klub.

Terlepas dari itu semua, klub dilaporkan langsung memutuskan untuk bertindak pada Kamis (26/3) malam waktu setempat, setelah dewan lakukan pertemuan secara teleconference hingga larut malam. Sementara besaran pemotongan gaji telah diumumkan, kesepakatan final para pengurus klub bahkan belum tercapai.

Untuk saat ini, Barcelona tetap mengikuti jalur ERTE, di mana mereka bisa memberlakukan pemotongan gaji hingga 70 persen yang bisa mereka lakukan secara hukum. Barca bahkan bersikeras, pemotongan sebesar itu harus dilakukan terlepas pemain setuju atau tidak dengan rincian.

Tapi dampak dari langkah pemotongan gaji ini masih berlangsung sampai saat ini, di mana koran lokal Sport menggambarkan telah terjadi ‘ketegangan’ di Camp Nou. Sementara Marca melaporkan, FIFA dan Asosiasi Klub Eropa bahkan dilibatkan untuk menjadi penengah dalam perundingan panjang yang harus ditempuh Barca dalam masalah ini.

Saat ini, Bartomeu dilaporkan amat sangat tertekan karena masalah keuangan yang dialami raksasa Catalan itu, setelah semua aliran dana mereka terpotong begitu saja dan secara tiba-tiba akibat wabah coronavirus saat ini.